Dan saya gagal.
Dengannya, saya hanya mampu merasakan. Berpikir. Saya mencoba membuat kalimat-kalimat yang cukup. Mencoba menemukan kata-kata yang belum saya kuasai. Menyusun huruf-huruf yang begitu sulit dirangkai hingga sesuai dengan apa yang saya pikirkan.
Dan, tidak pernah.
Tidak satupun yang pernah cukup.
Saya hanya berakhir mengucapkan satu hal yang sama berulangkali. Dan bahkan dengan itu, mereka tidak pernah cukup. Sampai saya bosan mendengar diri sendiri, mereka tidak cukup.
Ia adalah apa yang saya rasakan dan saya merasakan Ia.
Tidak hanya sebuah sosok yang bernama, tapi Ia juga adalah rasa. Sekumpulan rasa yang berkomplot untuk memberi saya awal hari yang sejuk, dengan teduh menarik saya bangkit dari tempat tidur untuk bertemu dengan akhir hari yang sempurna. Akhir hari yang nyaman dimana Ia mendekap mimpi-mimpi saya yang terlelap, dengan harapan bahwa Ia akan tetap disana untuk menemani saya menyambut keesokan hari. Dan Ia akan benar-benar ada. Tepat di samping kedua mata saya yang bersiap menerima matahari pagi.
Ia punya begitu banyak nama. Satu nama yang setiap hari membuatnya menoleh dan tersenyum ketika saya menyerukannya, kemudian nama-nama lainnya yang tidak pernah selesai bermunculan. Ia adalah pagi dan bersama datangnya pagi, Ia adalah tetes embun di jendela, Ia adalah udara segar, Ia adalah bau rerumputan segar. Ia adalah secangkir kopi, dan terkadang secangkir teh yang menemani sarapan. Ia adalah lagu demi lagu yang menemani saya sepanjang siang dan sore, juga sebatang rokok yang mengepul seiring hari saya berjalan. Dan pada saatnya Ia adalah selimut tebal yang membungkus kelelahan saya sampai waktunya berganti peran di pagi berikutnya.
Kamu lihat? Ia begitu sulit dirumuskan dengan kalimat-kalimat sederhana. Saya sudah menyerah memaksa otak saya menyusun huruf-huruf yang tepat untuk menggambarkan Ia. Karena ternyata Ia lebih dari dirinya. Ia bukan hanya sebuah sosok yang berjalan di samping kiri saya dari waktu ke waktu. Ia adalah rasa, Ia adalah semua yang saya lihat, semua yang saya cium, semua yang saya sentuh. Ia mengikuti, menemani kemanapun saya melangkah.
Dan saya sangat beruntung, karena saya bersamanya.










--
-experiencing day bravely-
Kembalilah lekas.
Penuhi folder-folder usang itu dengan
kehidupan.
Kami menunggumu.
--
never forget what you must've to forget
~sipulupa
- Mimi xoxo
keren2 artwork nya
watch ya!
--
imagine is more!! -Albert Einsten-
udah lama ga jalan2 kesini hehe
makin mantab foto2nya
Previous Page12345...Next Page